DOSEN : Prof. Dr. Ir. H. SAERI SAGIMAN,. M.Sc

PERAN BIOLOGI TANAH DAN BAHAN ORGANIK DALAM KESUBURAN TANAH
Di sususn oleh :
SARI WANIRA
(C1051151034)
ILMU
TANAH
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa karena dengan rahmat, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah tentang Peran biologi tanah dan bahan organik dalam
kesuburan ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami
berterima kasih kepada Bapak Prof. Dr Ir. H. Saeri Sagiman., M.sc
selaku Dosen
mata kulia biologi tanah yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.
Pontianak
17 Oktober 2016
SARI WANIRA
Daftar isi
Kata
pengantar
Daftar
isi
BAB 1
Pendahuluan
Latar
belakang
Sejarah munculnya Biologi
Tanah
Rumusan
masalah
Tujuan
penulis
BAB II Pembahasan
Biologi
tanah
Organisme tanah
Pengelompokan organisme
tanah
Peran Jasad Hidup (Organisme) dalam Pembentukan
Tanah
Peran Jasad Hidup (Organisme) dalam Perkembangan
Tanah
Bahan Organik Tanah
Faktor
yang Mempengaruhi Bahan Organik Tanah
Sumber Bahan Organik
BAB III
Penutup
Kesimpulan
Daftar
pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Tanah merupakan suatu komponen
penting dalam modal dasar pertanian. Sifat, ciri dan tingkat kesuburan
(produktivitas) nya, tanah sangat dipengaruhi oleh sifat kimia,fisika dan
biologi tanah. Biologi tanah adalah ilmu yang mempelajari mahluk-mahluk hidup
didalam tanah.Karena ada bagian-bagian hidup di dalam tanah, maka tanah itu
disebut sebagai “Living System” contohnya akar tanaman dan organisme lainnya di
dalam tanah.
Tanah yang mempunyai nilai
produktivitas yang tinggi,tidak hanya terdiri dari bagian padat, cair dan udara
saja, tetapi harus ada jasad hidup yang merupakan organisme hidup. Sebaliknya
aktivitas organism tanah dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu :
A.
Iklim organisme tanah lebih banyak ditemui jumlah
(populasi) nya dan keragamannya pada tanah didaerah yang mempunyai curah
hujan dan temperatur yang tinggi dibandingkan di daerah yang mempunyai curah
hujan dan temperatur rendah.
B.
Tanah Tingkat kemasaman, kandungan hara dan umur tanah
dapat mempengaruhi organisme dalam tanah. Bahteri lebih banyak ditemui pada
daerah yang berkemasaman sedang (normal), sedangkan jamur/cendawan lebih banyak
pada tanah yang kemasaman rendah (masam).Tanah-tanah yang diberi kapur dan
pupuk, umumnya lebih banyak populasi organismenya. Pada tanah perawan,
populasi dan keragaman organisme nya lebih banyak dibandingkan pada tanah-tanah
tua.
C.
Vegetasi pada lokasi tanah-tanah hutan ditemui
organisme yang lebih banyak dan lebih beragam dibandingkan pada lokasi padang
rumput.
B. Sejarah
munculnya Biologi Tanah
Biologi tanah
diawali dengan munculnya mikrobiologi tanah yaitu pada tahun 1838 setelah
J.B.Boussinggault menunjukkan bahwa legume dapat memperoleh nitrogen (N) dari
udara bila ditumbuhkan pada tanah yang tidak dipanasi. Lima tahun kemudian
M.W.Beijerink, dapat memisahkan bahteri dari bintil akar.Sedangkan Anthony Van
Loewenholk dari Belanda telah mampu membuat gambar mikrobia.
Pada th 1881,
Darwin mengenalkan bahwa cacing tanah sangat berperan dalam proses pelapukan di
dalam tanah. Tahun 1886 Adametz menemukan bahwa fungi melimpah di dalam tanah.
Lipmann and Brown pada tahun 1903 mempelajari tentang transformasi dari
unsur-unsur hara dalam tanah. Setahun kemudian Hitler and Stomer menemukan
bahwa Actinomycetes adalah salah satu organisme tanah yang penting di dalam
tanah.
Antara th 1921 s/d
1927 Rayner and Meilin mulai mendalami studi tentang cendawan mikoriza.
Alexander Flemming pada th 1929 menemukan penicillin sebagai antibiotic.
Sepuluh tahun kemudian Ehrenburg memperkenalkan bahwa sejumlah protozoa yang
mendiami tanah sebagai penyebab yang merugikan atau musuh bagi
bahteri.Bersamaan waktu itu Mosse mendalami penelitian tentang ekto dan
endomikoriza.
C. Rumusan
masalah
Berdasrakan
latar belakang, rumusan masalah yang kita ambil adalah:
1. Pengertian
Biologi tanah
2. Pengertian
Organisme Tanah
3.
Pengelompokan organisme tanah
4. Peran Jasad
Hidup (Organisme) dalam Pembentukan Tanah
5. Peran Jasad Hidup (Organisme) dalam Perkembangan
Tanah
6. Bahan
Organik Tanah
7. Faktor yang
Mempengaruhi Bahan Organik Tanah
8. Sumber
Bahan Organik
D.
Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini
adalah agar pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang:
1. Pengertian
Biologi tanah
2. Pengertian
Organisme Tanah
3.
Pengelompokan organisme tanah
4. Peran Jasad
Hidup (Organisme) dalam Pembentukan Tanah
5. Peran Jasad Hidup (Organisme) dalam Perkembangan
Tanah
6. Bahan
Organik Tanah
7. Faktor yang
Mempengaruhi Bahan Organik Tanah
8. Sumber
Bahan Organik
BAB II
PEMBAHASAN
A. Biologi tanah
Tanah merupakan suatu komponen
penting dalam modal dasar pertanian. Sifat, ciri dan tingkat kesuburan (produktivitas)
nya, tanah sangat dipengaruhi oleh sifat kimia,fisika dan biologi tanah.
Biologi tanah adalah ilmu yang
mempelajari mahluk-mahluk hidup didalam tanah.Karena ada bagian-bagian hidup di
dalam tanah, maka tanah itu disebut sebagai “Living System” contohnya akar
tanaman dan organisme lainnya di dalam tanah.
B. Organisme Tanah
Organisme tanah atau disebut juga
biota tanah merupakan semua makhluk hidup baik hewan (fauna) maupun tumbuhan
(flora) yang seluruh atau sebagian dari fase hidupnya berada dalam sistem
tanah.
Organisme
tanah (mikrofauna, makrofauna dan mikroflora) telah terbukti memiliki peranan
penting dalam kesuburan tanah.Aktivitasnya sebagai pengendali kesuburan tanah
ditunjukkan dengan memperbaiki beberapa sifat fisik tanah yang meliputi (1)
struktur tanah, (2) tekstur dan kosestensi tanah, (3) retensi dan pergerakan
air, serta (4) pertukaran gas.Secara kimiawi terjadi pula perubahan sifat tanah
yang meliputi (1) kandungan hara tersedia, (2) meningkatnya kapasitas tukar kation,
(3) pH dan kandungan C organik. Perubahan sifat tanah tersebut merupakan akibat
aktivitas makrofauna dalam mempengaruhi proses (1) huminifikasi dan
mineralisasi bahan organik tanah, (2) pencampuran dan pengadukan tanah, (3)
pembentukan pori makro dan total pori.
C. Pengelompokan organisme tanah
Berdasarkan ukurannya, organisme tanah dapat
digolongkan ke dalam 3 kelompok yaitu :
1.
Mikrobiota yaitu jasad mikro yang tidak dapat dilihat
oleh mata telanjang dan berukuran kurang dari 0,2 mm. Contohnya protozoa,
bahteri, jamur, protozoa dan lain-lain.
2.
Mesobiota yaitu jasad yang berukuran antara 0,2 mm s/d
10 mm arrtinya jasad yang sudah dapat dilihat dengan mata telanjang tetapi
ukurannya masih kecil. Contohnya tungau, semut, kutu, lalat dan lain-lain.
3.
Makrobiota yaitu jasad makro yang berukuran lebih besar
dari 10 mm. Contoh nya cacing tanah, keong dan lain-lain.
Walaupun
organisme tanah (biota) terdiri dari makro,meso dan mikro, namun efek dari
mikrobiota terhadap produktivitas tanah dan terhadap tanaman jauh lebih besar
dibandingkan efek dari makrobiota. Karena itu dalam tulisan ini lebih banyak
dibicarakan mikrobiota dibandingkan makrobiota, kecuali cacing dan keong mas.
D. Peran Jasad Hidup (Organisme) dalam
Pembentukan Tanah
Salah satu
jasad hidup yang memegang peranan besar dalam pembentukan tanah adalah
vegetasi. Berikut ini akan dikemukakan perbedaan tanah yang terbentuk akibat
berlainannya jenis vegetasi yang tumbuh. Dalam hal ini akandibahas pengaruh
vegetasi hutan dan vegetasi rumput terhadap pembentukan tanah.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa di bawah kondisi lingkungan yang berbeda ternyata
profil tanah padang rumput mengandung lebih banyak bahan organik, terdistribusi
lebih uniform di dalam tanah (menurut kedalaman), dibandingkan dengan profil
tanah hutan.
Jenis
vegetasi mempengaruhi pula siklus hara.Seperti diketahui akar tanaman
mengabsorpsi unsur-unsur hara dari larutan tanah dan mentransportasikannya ke
daun, batang maupun pucuk tanaman. Jika bagian atas tanaman mati dan jatuh ke
permukaan tanah maka dekomposisi bahan organik akan membebaskan unsur-unsur itu
ke dalam larutan tanah. Kation-kation basa yang dibebaskan akan menghambat
turunnya pH tanah selanjutnya kation-kation ini akan menggantikan kation-kation
basa yang hilang.
Perbedaan yang mencolok terjadi dalam ion-ion dan komposisi kimia dari
sisa-sisa tanaman yang berasal dari tanaman yang berbeda-beda.Bahkan diantara
spesies pohon-pohonan sendiri terdapat pebedaan mencolok sehingga
perbedaan-perbedaan ini menimbulkan perkembangan tanah yang berbeda pula.
Tanaman yang sering mengabsorpsi sejumlah besar dari kation-kation alkali
dapat mengendalikan turunnya pH tanah. Data tabel menunjukkan bahwa pohon
berkayu keras selalu menjaga penurunan pH dan % jenuh basa, dibandingkan dengan
tanaman spruce jika ditanam pada tanah berbahan induk dan komposisi
mineral yang sama.
E. Peran Jasad Hidup (Organisme) dalam Perkembangan
Tanah
Pembentukan
tanah dimulai dari pelapukan batuan dan mineral. Proses pelapukan secara kimia salah
satunya dilaksanakan oleh aktivitas organisme tanah. Organisme hidup
mempengaruhi perkembangan tanah. Akar tumbuhan membantu pada proses pelapukan
materi yaitu dengan menghancurkan materi tersebut membuat materi organik ke
atas dan menambah materi organik dan nutrient di permukaan. Organisme tanah
bekerja pada materi organik untuk memproduksi humus yang dapat mempengaruhi
struktur dan fertilitas tanah.
Kehidupan dalam tanah menyangkut
kegiatan jasad hidup dalam tanah dan peranannya serta peranan bio organisme dengan
segala sifat dan cirinya ” Terbagi atas :
1. Makrofauna:
hewan besar penghuni tanah yaitu hewan besar pelubang tanah, cacing tanah,
arthropoda dan molusca (gastropoda).
2. Mikro
fauna: hewan berukuran mikroskopis yang hidup di dalam tanah yaitu
protozoa, nematoda
3. Makroflora:
merupakan tanaman tanaman yang mempunyai akar yang besar yang dapat menembus
kedalam tanah, misalnya berbagai macam jenis pepohonan..
4. Mikro
flora: yaitu jenis-jenis flora berukuran mikroskopis yang hidup di dalam tanah
misalnya fungi, bakteri, actinomycetes, dan algae.
1. Makrofauna
-
Hewan besar
pelubang tanah
Tikus, kelinci, kadang dapat
memperbaiki tata udara tanah dan mengubah kesuburan serta struktur tanah,
tetapi hewan ini juga makan dan menghancurkan tanaman sehingga secara umum
lebih mengganggu daripada menguntungkan.
-
Cacing tanah
Tersebar diseluruh penjuru dunia
dengan sekitar 7000 spesies. Tiga spesies yang paling umum yaitu helodrilus
calliginosus (cacing kebun), hellodrilus feotidus (cacing merah) dan lumbridus
terrestris (night crawler). Cacing tanah tidak makan vegetasi hidup
tetapi makan bahan organik mati sisa-sisa hewan atau tanaman. Bahan organik
yang dimakan kemudian dikeluarkan berupa agregat-agregat banyak
mengandung unsur hara yang berguna bagi tanaman. Cacing memperbaiki tata udara
tanah sehingga infiltrasi air menjadi lebih baik dan lebih mudah ditembus akar
tanaman.Kebanyakan cacing hidup di kedalaman kurang dari 2m.cacing suka hidup
pada tanah-tanah lembab. Tata udara baik, hangat sekitar 21 derajat c, pH
5,0-8,4,. Banyak bahan lorganik, kandungan garam renda, tetapi Ca tersedia
tinggi, tanah agak dalam, tekstur sedang sampai halus.
-
Arthropoda dan
mollusca
Arthropoda dalam tanah digolongkan
kedalam beberapa famili yaitu crustacea (kepiting, lobster, crayfish) chilopoda
(sejenis kelabang), arachnida (laba-laba), insek (belalang, jangkrik)
Crustacea banyak ditemukan di rawa pasang
surut.Hewan ini membuatt lubang yang menyebabkan terjadinya perpindahan tanah
dalam (under) ke permukaan (top) yang banyak mengandung sulfida, sehingga
teroksidasi menjadi sulfat dengan tingkat keasaman yang sangat tinggi.
Jenis mollusca yang hidup diatas tanah
yang terpenting adalah bekicot. Hewan ini memakan sisa tanaman yang membusuk
maupun yang masih hidup.
2. Mikrofauna
-
Protozoa
Merupakan
hewan bersel satu yang memakan bakteri, sehingga dapat menghambat daur
ulang unsur hara atau menghambat berbagai proses dalam tanah yang melibatkan
bakteri.
-
Nematoda
Merupakan
cacing yang sangat kecil seperti benang, berdasarkan jenis makanannya nematoda
dibedakan menjadi omnivorus makan sisa bahan organik, predaceous, makan
hewan-hewan tanahtermasuk nematoda yang lain, parasitik merusak akar tanaman.
3. Makroflora
Akar
tumbuhan yang mati di dalam tanah menyediakan energi dan makanan hewan dan
mikroflora. Akar tanamanmeningkatkan agregasi tanah, dan karena akar menembus
ke lapisan tanah yang dallam maka ia membusuk dan mmenjadi humus. akar tanaman
yang masih hidup mempengaruhi keseimbangan hara tanah akibat penyerapan unsur
hara oleh akar tersebut. Selain itu akar juga mempengaruhi ketersediaan unsur
hara karna dapat membentuk asam organik dipermukaannya yang dapat meningkatkan
kelarutan unsur hara. Dikeluarkannya asam AMINO yang mudah dihancurkan dan
terlepasnya beberapa bagian kulit akar dapat meningkatkan aktifitas
mikroorganisme disekitar akar .jumlah organisme disekitar akar ini 10-100 kali
lebih banyak daripada diluar daerah perakaran. Jadi ketersediaan unsur
hara sangat dipengaruhi oleh bahan yang dikeluarkan oleh akar dan aktivitas
mikroorganisme di rhizophere (daerah sekitar perakaran)
4. Mikroflora
-
Bakteri
Bakteri dapat dibedakan menjadi dua yaitu autotroph dan
heterotroph. Autotroph yaitu bakteri yang menghasilkan makanannya sendiri
dari bahan anorganik, misalnya melalui proses photosintesis. Heterotroph yaitu
bakteri yang mendapatkan makanannya dari bahan organik yang telah ada.
Bakteri autotroph bermanfaat karena
mempengaruhi sifat-sifat tanah.Misalnya merubah nitrit menjadi nitrat, sulfida
menjadi sulfat dsb. Nitrifikasi berpengaruh terhadap kualitas lingkungan karena
oksidasi dari NH4 menjadi NO3 yang mudah larut, dapat menyebabkan pencemmaran
nitrat pada air tanah .konsentrasi nitrat yang tinggi dalam air dapat
mempengaruhi kesehatan manusia.
Bakteri heterotroph dalam tanah dapat
dibedakan menjadi bakteri pengikat nitrogen dan bukan pengikat nitrogen.
-
Fungi
Dapat dibedakan menjadi parasitik,
saprohitik, dan simbiotik.
1) Parasitik
yang dapat menyebabkan bercak pada tanaman.
2) Saprophitik
yang mendapatkan makanan dari dekomposisi bahan organik.
3) Simbiotik
hidup pada akar dimana keduanya terjadi simbiosis mutualisme.
Mycorhiza /jamur akar, adalah
asosiasi simbiosis mycelia fungi dengan akar tanaman tertentu. Membantu tanaman
induk menyerap unsur hara tertentu.
-
Actinomycetes
Secara
taksonomi dan morfologi dapat digolongkan sebagai fungi ataupun bakteri, tetapi
akhir-akhir ini diklasifikasikan sebagai bakteri. Fungsi utamanya yaitu
dalamm dekomposisi bahan organik terutama selulosa dan bahan organik lain
yang resisten. Keadaan yang baik untuk perkembangan actinomycetes yaitu banyak
tersedia bahan organik segar, pH tanah netral sampai agak masam, tanah lembab,
tetapi lebih tahan kekeringan daripada fungi.
-
Algae
Algae
mempunyai chlorophyldan terdiri dari green algae, blue green algae, yellow
green algae, dan diatomae. Berkembang biaka pada tanah yang subur.Pada tanaman
padi sawah algae membantu mempertahankan jumlah N dalam tanah dengan mengikat N
yang ada di udara.
-
Virus
Berbeda
debgan mikroflora yang lain, virus tidak dapat hidup lama didalam tanah, dan
tidak dapat berkembang biak tanpa induk semangnya. Virus dapat diberantas
dengan memberantas pembawa virus seperti nematoda, fungi dan akar akar
tanaman.
F.
Bahan Organik Tanah
Tanah tersusun dari: (a) bahan
padatan, (b) air, dan (c) udara. Bahan padatan tersebut dapat berupa: (a) bahan
mineral, dan (b) bahan organik. Bahan mineral terdiri dari partikel pasir, debu
dan liat.Ketiga partikel ini menyusun tekstur tanah.Bahan organik dari tanah
mineral berkisar 5% dari bobot total tanah.Meskipun kandungan bahan organik
tanah mineral sedikit (+5%) tetapi memegang peranan penting dalam menentukan
Kesuburan Tanah.
Bahan organik adalah kumpulan
beragam senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau telah mengalami
proses dekomposisi, baik berupa humus hasil humifikasi maupun senyawa-senyawa
anorganik hasil mineralisasi dan termasuk juga mikrobia heterotrofik dan
ototrofik yang terlibat dan berada didalamnya.
G. Faktor yang Mempengaruhi Bahan Organik Tanah
Diantara sekian banyak faktor
yang mempengaruhi kadar bahan organik dan nitrogen tanah, faktor yang penting
adalah kedalaman tanah, iklim, tekstur tanah dan drainase.
Kedalaman lapisan menentukan
kadar bahan organik dan N. Kadar bahan organik terbanyak ditemukan di lapisan
atas setebal 20 cm (15-20%). Semakin ke bawah kadar bahan organik semakin
berkurang. Hal itu disebabkan akumulasi bahan organik memang terkonsentrasi di
lapisan atas.
Faktor iklim yang berpengaruh adalah suhu dan curah hujan. Makin ke daerah
dingin, kadar bahan organik dan N makin tinggi. Pada kondisi yang sama kadar
bahan organik dan N bertambah 2 hingga 3 kali tiap suhu tahunan rata-rata turun
100C. bila kelembaban efektif meningkat, kadar bahan organik dan N juga bertambah.
Hal itu menunjukkan suatu hambatan kegiatan organisme tanah.
Tekstur tanah juga cukup berperan, makin tinggi jumlah liat maka makin
tinggi kadar bahan organik dan N tanah, bila kondisi lainnya sama. Tanah
berpasir memungkinkan oksidasi yang baik sehingga bahan organik cepat habis.
Pada tanah dengan drainase buruk, dimana air berlebih, oksidasi terhambat
karena kondisi aerasi yang buruk. Hal ini menyebabkan kadar bahan organik dan N
tinggi daripada tanah berdrainase baik. Disamping itu vegetasi penutup tanah
dan adanya kapur dalam tanah juga mempengaruhi kadar bahan organik tanah.
Vegetasi hutan akan berbeda dengan padang rumput dan tanah pertanian.
Faktor-faktor ini saling berkaitan, sehingga sukar menilainya sendiri (Hakim et
al, 1986).
H. Sumber Bahan Organik
Bahan
organik tanah umumnya ditemukan di permukaan tanah.Jumlahnya tidak besar, hanya
sekitar 3 – 5 % tetapi pengaruhnya terhadap sifat-sifat tanah dan pertumbuhan
tanaman besar sekali. Adapun pengaruh bahan organik terhadap sifat-sifat tanah
dan akibatnya terhadap pertumbuhan tanaman adalah :
a. Sebagai
granulator, yaitu memperbaiki struktur tanah
b. Sumber
unsur hara N, P, S, unsur mikro dan lain-lain
c. Menambah
kemampuan tanah untuk menahan air
d. Menambah
kemampuan tanah untuk menahan unsur-unsur hara (Kapasitas Pertukaran Kation
tanah menjadi lebih tinggi)
e. Sumber
energi bagi mikroorganisme.
Bahan
organik memiliki peranan sangat penting di dalam tanah.Bahan organik tanah juga
merupakan salah satu indikator kesehatan tanah.Tanah yang sehat memiliki
kandungan bahan organik tinggi, sekitar 5%.Sedangkan tanah yang tidak sehat
memiliki kandungan bahan organik yang rendah.Kesehatan tanah penting untuk
menyamin produktivitas pertanian.
Sumber
primer bahan organik adalah jaringan tanaman berupa akar, batang, ranting,
daun, dan buah. Bahan organik dihasilkan oleh tumbuhan melalui proses
fotosintesis sehingga unsur karbon merupakan penyusun utama dari bahan organik
tersebut. Unsur karbon ini berada dalam bentuk senyawa-senyawa polisakarida,
seperti selulosa, hemiselulosa, pati, dan bahan- bahan pektin dan lignin.
Selain itu nitrogen merupakan unsur yang paling banyak terakumulasi dalam bahan
organik karena merupakan unsur yang penting dalam sel mikroba yang terlibat
dalam proses perombakan bahan organik tanah. Jaringan tanaman ini akan
mengalami dekomposisi dan akan terangkut ke lapisan bawah serta
diinkorporasikan dengan tanah. Tumbuhan tidak saja sumber bahan organik, tetapi
sumber bahan organik dari seluruh makhluk hidup.
Sumber
sekunder bahan organik adalah fauna.Fauna terlebih dahulu harus menggunakan
bahan organik tanaman setelah itu barulah menyumbangkan pula bahan
organik.Bahan organik tanah selain dapat berasal dari jaringan asli juga dapat
berasal dari bagian batuan.
Perbedaan
sumber bahan organik tanah tersebut akan memberikan perbedaan pengaruh yang
disumbangkannya ke dalam tanah. Hal itu berkaitan erat dengan komposisi atau
susunan dari bahan organik tersebut. Kandungan bahan organik dalam setiap jenis
tanah tidak sama. Hal ini tergantung dari beberapa hal yaitu; tipe vegetasi
yang ada di daerah tersebut, populasi mikroba tanah, keadaan drainase tanah,
curah hujan, suhu, dan pengelolaan tanah. Komposisi atau susunan jaringan
tumbuhan akan jauh berbeda dengan jaringan binatang. Pada umumnya jaringan
binatang akan lebih cepat hancur daripada jaringan tumbuhan. Jaringan tumbuhan
sebagian besar tersusun dari air yang beragam dari 60-90% dan rata-rata sekitar
75%. Bagian padatan sekitar 25% dari hidrat arang 60%, protein 10%, lignin
10-30% dan lemak 1-8%. Ditinjau dari susunan unsur karbon merupakan bagian yang
terbesar (44%) disusul oleh oksigen (40%), hidrogen dan abu masing-masing
sekitar 8%.Susunan abu itu sendiri terdiri dari seluruh unsur hara yang diserap
dan diperlukan tanaman kecuali C, H dan O.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Tanah merupakan bagian dari tubuh alam yang menutupi bumi dengan lapisan
tipis, disintesis dalam bentuk profil dari pelapukan batu dan mineral, dan
mendekomposisi bahan organik yang kemudian menyediakan air dan unsur hara
yang berguna untuk pertumbuhan tanaman. Yang membuat tanah itu subur
diantaranya pelapukan lanjut, bahan mineralogi, kapasitas pertukaran kation
yang tinggi, kelembaban air dan pH netral.
Tanah bersifat sangat penting bagi kehidupan, sehingga perlindungan
kualitas dan kesehatan tanah sebagaimana perlindungan terhadap kualitas udara
dan air harus sangat dijaga. Namun banyak faktor yang dapat menurunkan kualitas
dan kesehatan tanah tersebut, misalnya kadar hara yang terkandung dalam tanah,
vegetasi, iklim, sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Fitri, 2011).
Kesehatan tanah itu sendiri dapat didefinisikan secara umum sebagai
kemampuan berkelanjutan dari suatu tanah untuk berfungsi sebagai suatu sistem
kehidupan yang penting didalam batas – batas ekosistem dan tata guna lahannya,
untuk menyokong produktivitas hayati, meningkatkan kualitas udara dan
lingkungan perairan, serta memelihara kesehatan tanaman, hewan dan manusia.
Kualitas tanah itu sendiri dapat didefinisikan secara umum sebagai kemampuan
tanah untuk menghasilkan produk tanaman yang bergizi dan aman secara
berkelanjutan, serta meningkatkan kesehatan manusia dan ternak, tanpa
menimbulkan dampak negatif terhadap sumberdaya dan lingkungan
Faktor yang mempengaruhi kualitas tanah pada bagian fisiknya adalah tekstur
tanah, bahan organik, agregasi, kapasitas lapang air, drainase, topografi, dan
iklim.Sedangkan yang mempengaruhi pada bagian pengolahannya adalah Intensitas
pengolahan tanah, penambahan organik tanah, pengetesan pH tanah, aktivitas
mikrobia dan garam.Tanah sebagai habitat biota tanah sebagai medium alam untuk
pertumbuhan dan melakukan aktivitas fisiologinya.Tanah menyediakan nutrisi, air
dan sumber karbon yang diperlukan untuk pertumbuhan dan aktivitasnya.Di dalam
hal ini, lingkungan tanah seperti faktor abiotik (yang meliputi sifat fisik dan
kimia tanah) dan faktor biotik (adanya biota tanah dengan tanaman tingkat
tinggi) ikut berperan dalam menentukan tingkat pertumbuhan dan aktivitas biota
tanah tersebut (Fitri, 2011).
DAFTAR PUSTAKA
Anonymous.
2011. http://wahyuaskari.wordpress.com/literatur/tanah-inceptisol/. Diakses
pada tanggal 25 September 2011.
Anonymous.
2011. http://www.anneahira.com/tanah-inceptisol.htm. Diakses
pada tanggal 25 September 2011.
Anonymous.
2011. http://www.scribd.com/doc/13853880/TEKSTUR-TANAH. Diakses pada
tanggal 25 September 2011.
Rayes, M. Lutfi.2007.Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan.Yogyakarta:Andi
Offset.
Fitri.
2011. Peran Makrofauna dan Mikrofauna dalam Sifat Fisik dan Kimia Tanah.
http://fitri05.wordpress.com/2011/01/24/peran-makrofa
uan-dan-mikrofauna-dalam-sifat-fisik-dan-kimia-tanah/ [Diakses Tgl 04
Januari 2012].
Hanafiah, K. A., Anas, I., Napoleon, A dan
Ghoffar, N. 2005. Biologi Tanah Ekologi dan Makrobiologi Tanah. PT Raja
Grafindo Persada. Jakarta.
Lynch, J. M. 1983. Soil Biotecnology,
Microbiologycol Factors in Crop Production. Blackwell Scientific Publication.
Oxford London.
Ma’shum,
M., Soedarsono, J., Susilowati, L. E. 2003. Biologi Tanah. CPIU Pasca IAEUP,
Bagpro Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia, Ditjen Pendidikan Tinggi,
Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Mulder, E. G., Lie, T. A and Woldendorp, J. W.
1971. Biology and Fertility. (in) Soil Biology (reviews of research). UNESCO.
Soepardi, G.
1983. Sifat dan Ciri Tanah. Saduran The Nature and Properties of Soils by
Brady. 1983. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Tjokrodimuljo,
K., 1992, Bahan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil FT UGM, Yogyakarta.
Wiqoyah,
Qunik, 2006, Pengaruh kadar kapur, waktu perawatan dan perendaman terhadap kuat
dukung tanah lempung, Dinamika Teknik Sipil Volume 6 Nomor 1: 16-24.
Lopulisa, C., 2004. Tanah-Tanah
Utama Dunia Ciri, Genesa, dan Klasifikasinya. Lembanga Penerbitan
Universitas Hasanuddin :Makassar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar