Selasa, 03 Januari 2017

laporan pratikum biologi tanah

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI TANAHDosen pempimbing prsktikum:Prof.Dr.Ir.H.Saeri Sagiman,MSc. Description: D:\MY BOOKS COLLECTION\untan.png  DISUSUN OLEH :ARMAN NURSYABA                         C1051151047RABBIRL YARHAM MAHARDIKA  C1051151028SARI WANIRA                                    C1051151034STEPANUS RADA                              C1051151031YANI NURBAINI                                C1051151033 PROGRAM STUDI ILMU TANAH
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURAPONTIANAK2017






KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Biologi Tanah ini tepat waktu. Laporan ini akan kami gunakan sebagai laporan akhir praktikum mata kuliah Biologi Tanah.
            Diharapkan dengan laporan ini penyusun khususnya dan para pembaca umumnya bisa mengetahui karakteristik, jumlah dan keragaman mikrobia dalam tanah. Diharapkan pula laporan ini dapat memberikan informasi untuk kita semua khususnya di bidang pertanian.
Penyusun menyadari naskah tulisan memiliki banyak kekeliruan dalam penulisan maupun penyajian. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat penyusun harapkan dalam penulisan naskah berikutnya
                       





Pontianak, 3 januari 2016


Kelompok 1






DAFTAR ISI

A.  Latar Belakang. 1
B.  Tujuan. 2
C.  Manfaat 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A.  Pengertian Mikroorganisme Tanah. 3
B.  Populasi Mikroorganisme Dalam Tanah. 4
BAB III METODOLOGI
A.  Waktu dan Tempat Praktikum.. 5
B.  Alat dan Bahan
a.    SuspensiBakteri dan Isolasi Tanah. 5
b.    Respirasi Tanah. 5
c.    Keragaman Fauna Tanah. 6
d.   Mikroskopis Bakteri 6
e.    Identifikasi Mikoriza. 6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
a.    Suspensi Bakteri dan Isolasi Tanah. 10
b.    Respirasi Tanah. 11
c.    Keragaman Fauna Tanah. 12
d.   Mengamati Jamur dan Bakteri 12
e.    Mencari dan Menentukan Jumlah Mikoriza. 12
BAB V PENUTUP
A.  Kesimpulan. 14
B.  Saran. 14


DAFTAR TABEL

Tabel 1. Karakterisasi Bakteri 10
Tabel 2. Karakterisasi Jamur 10
Tabel 3. Keragaman Fauna Tanah. 11
Tabel 4. Identifikasi Mikoriza. 12





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
            Mikroorganisme adalah makhluk yang sangat kecil dan hanya dapat di lihat di bawah mikroskop. Salah satu jenis mikroorganisme adalah bakteri. Bakteri merupakan organisme uniselular yang tumbuh dengan cara pembelahan biner yaitu satu sel membelah secara simetris.
            Bakteri (dari kata Latinbacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan dibumi.Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel- organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara selprokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.Untuk mempermudah penghitungan koloni di perlukan pengetahuan mengenai morfologi bakteri tersebut sehingga media pertumbuhan yang akan digunakan sesuai dengan sifat bakteri tersebut. Mikroba bersifat menguntungkan atau merugikan. Ada beberapa cara untuk menghitung mikroba yaitu dengan perhitungan  jumlah sel, perhitungan massa sel secara langsung, dan pendugaan massa sel secara tak langsung. Perhitungan dapat dilakukan dengan hitungan mikroskopik. Pertumbuhan mikroorganisme yang membentuk koloni dapat dianggap bahwa setiap koloni yaitu tumbuh berasal dari satu sel, maka dengan menghitung jumlah koloni dapat diketahui penyebaran bakteri jamur. ( Brady, 1999 ).
            Respirasi tanah merupakan pencerminan aktivitas mikroorganisme tanah.  Pengukuran respirasi (mikroorganisme tanah) merupakan cara yang pertama kali digunakan untuk menentukan tingkat aktivitas mikroorganisme tanah.  Salah satu cara untuk mempelajari aktivitas semua mikroorganisme dalam tanah adalah dengan menghitung jumlah organism tanah dan karbondioksida yang dilepaskan oleh organisme tanah selama waktu tertentu. Sedangkan penetapan respirasi tanah adalah berdasarkan penetapan jumlah CO2 yang dihasilkan oleh mikroorganisme tanah dan jumlah O2 yang digunakan oleh mikroorganisme tanah. Organisme yang hidup di dalam tanah ada yang bermanfaat, ada yang mengganggu, dan ada pula yang tidak bermanfaat tetapi juga tidak mengganggu. Organisme yang bermanfaat antara lain cacing tanah dan bakteri tertentu yang dapat mengubah CO (karbon monoksida) yang beracun menjadi CO2 (karbon dioksida) atau mengikat N dari udara (Hardjowigeno 1987). Berbagai organisme yang hidup di dalam tanah sanggup mengadakan perubahan-perubahan besar, terutama dalam lapisan atas tanah (top soil), dimana terdapat akar-akar tanaman dan perolehan bahan makanan yang mudah.
            Akar-akar tanaman yang mati dengan cepat dapat dibusukkan oleh jamur, bakteri dan golongan organisme lainnya (Sutedjo et al. 1996 dalam Rahmawaty 2004). Keberadaan mesofauna dan makrofauna dalam tanah sangat tergantung pada ketersediaan energi dan sumber makanan untuk melangsungkan hidupnya, seperti bahan organik dan biomassa hidup yang seluruhnya berkaitan dengan aliran siklus karbon dalam tanah. Dengan ketersediaan energi dan hara bagi mesofauna tanah tersebut, maka perkembangan dan aktivitas mesofauna dan makrofauna tanah akan berlangsung baik dan secara timbal baliknya akan memberikan dampak positif bagi kesuburan tanah. Dalam sistem tanah, interaksi fauna tanah tampaknya sulit dihindarkan, karena biota tanah banyak terlibat dalam suatu jaring-jaring makanan dalam tanah. Meskipun sebagai penghasil senyawasenyawa organik tanah dalam ekosistem tanah, namun tidak berarti berfungsi sebagai subsistem produsen (Arief 2001).
            Fungi(jamur) adalah organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk hidup, Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri,ia tidak termasuk dalam kindom protista, monera, maupun plantae. Karena tidak berklorofil, jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (memperoleh makanan dari organisme lainnya), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada di lingkungannya. Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan menguai sampah oganik seperti bankai menjadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (memperoleh bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup dengan simbiosis mutualisme(yaitu hidup dengan organisme lain agar sama-sama mendapatkan untung).
            Mikoriza adalah bentuk simbiosis antara cendawan (fungi) dengan tumbuhan tingkat tinggi (tumbuhan berpembuluh, Tracheophyta), khususnya pada sistem perakaran. Terdapat juga cendawan yang bersimbiosis dengan cendawan lainnya, tetapi sebutan mikoriza biasanya adalah untuk simbiosis cendawan yang menginfeksi akar tumbuhan. Bentuk simbiosis ini terutama adalah simbiosis mutualisme, meskipun pada beberapa kasus dapat berupa simbiosis parasitisme lemah. Mikoriza merupakan gejala umum pada perakaran tumbuhan. Sekitar 90% suku tumbuhan (mencakup sekitar 80% spesies tumbuhan) memiliki asosiasi simbiotik ini. Catatan fosil menunjukkan asosiasi ini telah ada sejak Zaman Karbon.
B.     Tujuan                                                                        
            Tujuan praktikum biologi adalah untuk mengetahui populasi serta klasifikasi mikroorganisme yang ada di dalam tanah.
C.    Manfaat
                   Dengan di lakukan praktikum biologi ini diharapkan mahasiswa dapa mengetahui jumlah populasi mikrobia di dalam tanah dengan metode M


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.    Pengertian Mikroorganisme
            Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil (Kusnadi, dkk, 2003). Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya.
            Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan.
a.       Jamur
     Umumnya bersel banyak (multiseluler), bersifat eukariotik (memiliki membran inti sel), tidak memiliki klorofil, sehingga bersifat heterotrof (tidak mampu membuat makanan sendiri), ada yang bersifat parasit, ada yang bersifat sprofit, dan ada yang bersimbiosis (mutualisme) membentuk lumut.
b.      Bakteri
     Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan makhluk yang lain. Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup didaratan hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim.
     Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan makhluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniseluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).
c.       Mikoriza
     Mikoriza adalah kelompok fungi (jamur) yang bersimbiosis dengan tumbuhan tingkat tinggi (tumbuhan berpembuluh, Tracheophyta), khususnya pada sistem perakaran.
     Mikoriza dikenal dengan jamur tanah karena habitatnya berada di dalam tanah dan berada di area perakaran tanaman (rhizosfer).
Ciri-ciri mikoriza :
        Merupakan simbiosis mutualisme.
        Adanya selaput hifa (mantel) yang berfungsi sebagai barrier masuknya patogen.
        Dapat membantu tanaman menyerap unsur hara.
        Menetralisasi bahan organik.
        Reproduksi dengan cara seksual dan aseksual.
B.     Populasi mikroorganisme dalam tanah
            Mikrobiologi penting sekali dan terkait erat dengan kehidupan manusia, karena mikroba (jasad renik) tersebar merata di seluruh belahan bumi dan ada dimana-mana. Mikroba ada di udara, ada di air, di tanah, lantai, meja kulit dan diman pun. Oleh karena itu mikroba memiliki korelasi yang erat dan peranan yang penting dengan kehidupan manusia, yang dapat memberikan pengaruh merugikan maupun menguntungkan.
            Mikroorganisme tersebar merata di seluruh permukaan bumi diantaranya adalah pada tanah. Bila dibandingkan dengan luas bumi secara keseluruhan, maka tanah pada permukaan bumi hanya merupakan lapisan tipis. Tetapi, lapisan tipis dari tanah ini sangat penting karena menyediakan berbagai sumber daya yang berguna bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya seperti mikroorganisme.
            Di tanah terdapat milyaran mikrobia bakteri, fungi, alga, protozoa, dan virus. Tanah merupakan lingkungan hiduup yang amat kompleks. Kotoran dan jasad hewan serta jaringan tumbuhan akan terkubur dalam tanah. Semuanya memberi konstribusi dalam menyuburkan tanah. Proses penyuburan tanah ini dibantu oleh mikrobia. Mikroorganisme yang hidup pada tanah dapat ditemukan dalam dua bentuk yaitu ada yang pathogen (berbahaya) pada manusia dan hewan dan apathogen (tidak berbahaya). Tanpa mikrobia, semua jasad tidak akan hancur. Mikrobia tanah mampu menyeimbangkan kelangsungan hidup dibumi. Jumlah dan jenis mikrobia dalam tanah tergantung pada jumlah dan jenis, kelembaban, tingkat aerasi, suhu, pH, dan pengolahan dapat menambah jumlah mikrobia tanah.
            Baik secara langsung maupun tidak langsung, bahan buangan dan jasad dari manusia dan hewan, serta jaringan tumbuh0tumbuhan di buang atau di kubur dalam tanah. Setelah beberapa lama, bahan-bahan tersebut akan diuraikan menjadi komponen organik dan beberapa komponen anorganik tanah, penguraian tersebut dilakukan oleh mikroorganisme yaitu penguraian bahan organik menjadi substansi yang menyediakan nutrien bagi dunia tumbuhan. Tanpa aktifitas mikroorganisme tersebut segala aktivitas di kuma bumi ini lambat laun akan terhambat. Untuk itu, hal inilah yang melatarbelakangi pembuatan makalah ini yaitu untuk menyajikan apa saja jenis dan bagaimana peranan mikroorganisme tanah tersebut.


BAB III
METODOLOGI

A.    Waktu dan Tempat
            Praktikum biologi tanah dilaksanakan pada hari Selasa, mulai tanggal 11 Oktober 2016 sampai 2 Desember 2016, pukul 10.45-12.25 WIB. Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Biologi dan Bioteknologi Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura.

B.     Alat dan Bahan
a.      Suspensi Bakteri dan IsolasiTanah
Alat :                                                         Bahan:
- Tabung reaksi                                         - Aquadest
- Toples                                                    - Tanah
- Dipensette pipet
- Lampu Bunsen
- Petri Steril
- Aluminium foil
- Labu erlenmayer
- Timbangan Analog
- stiler

b.      Respirasi Tanah
Alat :                                                         Bahan:
- Toples                                                     - Tanah 100 gram
- Botol kecil                                             - KOH 0,02 N
- Pipet tetes                                              - HCL 0,02 N 
- Burret                                                     - Indikator Phenopfhallien 0,1%
- Elenmayer / gelas ukur                           - Methyl orange
- Pipet tetes                     


    
c.       Keragaman Fauna Tanah
Alat :                                                         Bahan:
- Gelas plastik                                          - Formalin 10-20 ml
- Plastik gelas / seng plastik                     - Vassellin
- Batang kayu      

d.      Mengamati Jamur dan Bakteri
Alat :                                                         Bahan:
- Jarum ore                                               - Agar
- Kaca preparat                                          - Gram A,B,C dan D
- Mikroskop                                              - Aquadest
- Jarum
- Suntikan
- Pinset               

e.       Mencari dan Menentukan Jumlah Mikroza
Alat :                                                         Bahan:
- Saringan uk : 30,50 dan 70                    - Larutan gula 60% / 120  gram
- Santrifius                                                - Tanah gambut
- Tabung berbentuk corong                      - Aquadest
- Petri
- Mikroskop
- Timbang
- Aluminium poil
- Gelas bakker









C.    Medote Kerja
a.      Suspensi Bakteridan Isolasi Tanah
1)        Siapkan 4 tabung reaksi yang berisi aquadest sebanhyak 9 ml yang sudah di sterilisasi.
2)        Timbang sampel tanah sebanyak 10 gram.
3)        Masukan sampel tanah yang sudah di timbang kedalam tabung reaksi yang berisi   aquadest 9 ml, kocok tabung reaksi hingga tercampur rata dengan aquadest.
4)        Diamkan tabung reaksi 10-1 sampai terlarut dan tanah nya mengendap.
5)        Setelah tanah nya mengendap, masukan ke tabung aquadest steril berikutnya,         digunakan kembali.
6)        Ambil 1 ml sampel dengan pipet dan masukan ke tabung berikutnya.
7)        Lakukan sampel pada tabung ke 10-5 lihat perbedaan keruhan air. tabung pertama   dengan aquadest 90 ml adalah 10-1, tabung kedua dengan 9 ml aquadest adalah 10-2,           dan seterusnya hingga 10-5.
8)        Pada tabung 10-3 ambil sampel sebanyak 1 ml, lalu masukan kedalam petri steril.    Ulangi lagi 1x untuk petri yang berbeda.
9)        Pada tabung 10-5 ambil juga sampel sebanyak 1 ml dengan pipet, lalu dimasukan    kedalam petri steril ulangi 1x lagi petri yang berbeda dan di beri label.
10)    Masukan media dibiakkan kedalam 4 petri steril yang sudah di isi sampel tadi        sebanyak ± 1 ml, lalu diputar seberti angka 8.
11)    Petri steril yang sudah di beri media biakkan, petri steril diberi stiler.
12)    Disimpan atau di inkubasikan.
                                             
b.      Respirasi Tanah
1)      Timbang tanah sebanyak 100 gram
2)      Masukan tanah ysng sudah di timbang ke dalam toples
3)      Tambahkan KOH 0,02 N maksimal sebanyak 10 ml
4)      Masukan botol kecil yang berisi KOH kedalam toples yang berisi tanah
5)      Terakhir simpan di tempat kering dan di biarkan selama 2 minggu untuk melakukan respirasi mikroba.
6)      Setelah 2 minggu keluarkan KOH dan masukan kedalam gelas ukur, lalu tetes dengan PP 0,1%  sebanyak 2 tetes (lihat perubahan warna yang terjadi).
7)      Titrasi dengan 0,2 H HCL yang terpakai yaitu 6,5 ml.
8)      Selanjutnya beri 2 tetes methyl orange, warna akan menjadi orange, kuning. Titrasi kembali sampai warna berubah menjadi orange.
9)      Kadar CO2  di ketahui setelah di kurangi dengan CO2 dalam toples tanpa tanah.

c.       Keragaman Fauna Tanah
1)      Masukan larutan formalin sebanyak 10-20 ml dengan di tambah vassellin secukupnya di oleskan pinggir gelas plastik.
2)      Buat lubang untuk meletakan gelas plastik sedalam ukuran tinggi cawan, 1 kelompok 2 cawan dan dua lubang.
3)      Buatlah tututp cawan dengan batang kayu untuk penyangga dan di antaranya diberi seng plastik agar terhindar dari hujan.
4)      Biarkan gelas tersebut selama 1 minggu dan amati setiap hari fauna yang terperangkap ( metode fall trap )
5)      Identifikasi dan hitung jumlah fauna tersebut.

d.      Mikroskopis Bakteri
1)      Ambil kaca preparat dan tetes air setelah itu ambil agar menggunakan jarum ose sebanyak 1 ose.
2)      Ratakan agar sampai berdiameter kurang lebih 1 cm  (bentuk bulatan) kemudian di inkubasi.
3)      Tetes gram A selama 30 detik lalu di semprotkan air dan di tempelkan  tisu
(lakukan pengulangan  dengan gram  B,C dan D)
4)      Setelah itu amati dengan mengunakan mikroskop.
5)      Setelah pengamatan bakteri, lanjut dengan pengamatan jamur (fungi)
6)      Ambil kaca preparat dan tetesi air, kemudian ambil jamur dengan menggunakan jarum ose.
7)      Setelah itu amati dengan mikroskop.







e.        Identifikasi Mikroza
1)       Timbang tanah sebanyak 100 gram.
2)       Setelah di timbang, cuci sampai bersih menggunakan saringan.
3)       Setelah di cuci bersih, semprot sisa tanah di saringan yang berukuran 50 dan 70 mengunakan cairan gula dan diambil larutan yang tersisa di masing-masing ukuran saringan tali yaitu 50 dan 70 simpan di tabung berbentuk corong dan masukan di sentrifius selama 15 menit.
4)       Setelah 15 menit di sentifius, saring lagi di masing-masing ukuran saring yang sudah di tetapkan yaitu ukuran 50 dan 70 dan di semprot mengunakan aquadest.
5)       Kemudian masukan ke dalam petri.
6)       Setelah itu diamati mengunakan mikroskop untuk megetahu jenis dan jumlah populasi mikoriza.














BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan
Sampel
Jenis
isolat
KARAKTERISASI
Jumlah
Bentuk (form)
Kemiringan (Hervation)
Margin
warna
1
2
Kel 1
Sp 1
 10-5
Circuler
Flat
Undulate
Bening
5
6
Sp 2
 10-5
Ireguler
Convey
Entire
Putih
1
9
Sp 3
 10-5
Ireguler
Flat
Curled
Putih
1
2
Sp 4
 10-5
Ireguler
Convey
Lobate
Putih kuning
5
0
Sp 1
 10-3
Circuler
Flat
Entire
Bening
68
98
Sp 2
 10-3
Circuler
Flat
Entire
Kuning
22
4
Sp 3
 10-3
Circuler
Raised
Entire
Putih
42
62
a.      Suspensi Bakteri dan IsolasiTanah
Tabel  1Tabel karakterisasi bakteri


Sampel
Jenis
Isolat
Warna Hifa
Bentuk Sebaran
Jumlah
1
2
Kelompok 1

SP.1
10-5
Putih
Hifa menyebar ke samping
2
0
SP.1
10-3
Putih

Hifa ke atas
11
0
SP.2
10-3
Hitam
Hifa menyebar ke samping
1
13
Tabel  2.  Karakterisasi Jamur







b.      Respirasi Tanah
   Setelah kurang lebih sampel 2 minggu disimpan di dapatkan hasil perhitungan sebagai berikut :
Diketahui    :      a = 6,5 ml                               
                           b = 3 ml                                              
                           t = 0,2 N                                 
                           n = 10 hari
Ditanyakan : r ?

Jawab :
r =
   =
= 3,5  2  2,4
= 16,8 mg
keterangan :
r = jumlah CO2 yang dihasilkan
a = ml HCl untuk toples dengan contoh tanah
b = ml HCl untuk toples tanpa contoh tanah (blanko)
t = normalitas HCl
n = jumlah hari inkubasi
100 = gram contoh tanah
2,4 = dari perhitungan sbb :

                           1 ml HCl 0,2 N = 1  0,2 = 0,2 me HCl
                           0,2 me HCl = 0,2 me CO2
                           0,2  44 mg CO2 (berat molekul CO2= 44)
                           C/CO2 = (12/44)  8,8 mg = 2,4 CO2 – C



c.       Keragaman Fauna Tanah
   Setelah 7 hari pengamatan dilapangan di dapatkan hasil sebagai berikut :
Hari
Jenis
Jumlah
Gambar
Cawan A
Cawan B
Cawan A
Cawan B
1
   Laba-laba
Laba-laba
Jangkrik
Semut merah
sombong
1
1
1
1
1

2
   Jangkrik
   Semut
                     Semut
                     Laba-laba
1
1
1
1

3
4
  Lalat
Sombong
1
1

5
  Lalat
1

6
Kumbang
2

7
Tabel  3. Keragaman Fauna Tanah
d.      Mikroskopis Bakteri
Pada pengamatan terhadap jenis mikroorganisme yang dapat dilihat melalui lensa mikroskop, maka yang ditemui bukanlah bakteri tetapi jamur dengan gram negatif.

e.       Identifikasi Mikroza
     Dari pengamatan sampel dibawah mikroskop yang bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi mikoriza di dapatkan hasil sebagai berikut :
Ukuran Saringan (cm)
Karakter
Jenis
Warna
Bentuk
Jumlah
50 cm
70 cm
SP1
Coklat
Bulat
39
Tabel  4. Identifikasi Mikoriza



B.     Pembahasan
Hal pertama yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan praktikum mulai dari penghitungan jumlah populasi mikrobia dalam tanah hingga mencari mikoriza adalah melakukan suspensi dan isolasi tanah. Suspensi berarti melakukan pengenceran terhadap sampel tanah yang telah diambil dengan jumlah ulangan pengenceran tertentu. Pada praktikum ini ulangan yang dilakukan sebanyak lima kali masing-masing 10-1 , 10-2 , 10-3 , 10-4 dan 10-5. Sedangkan isolasi adalah sampel tanah yang telah disuspensi dimasukkan dalam petri yang steril dan kemudian diberi perlakuan tertentu untuk menghitung jumlah populasi mikrobia tanah. Adapun ulangan yang dihitung jumlah populasinya adalah 10-3 dan 10-5.
Setiap pekerjaan dituntut pada kondisi yang steril agar menekan kemungkinan terjadinya kontaminasi dari luar. Adapun dalam mengamati bakteri dan jamur yang perlu diperhatikan adalah morfologi fisiknya. Umumnya bakteri hidup dalam koloni dengan bentuk, kemiringan, margin dan warna tertentu. Sedangkan jamur dikenali dengan adanya hifa atau jalinan miselium.
            Pada penentuan jumlah respirasi pada tanah dengan penambahan indikator fenolftalein, KOH 0,2 N, HCl 0,2 N dan Methyl Orange, dihasilkan jumlah karbon dioksida yang merupakan residu dari respirasi/pernapasan mikrobia dalam tanah dengan jumlah 16,8 mg. Perhitungan dilakukan dengan mengalikan semua indikator yang telah diberikan kemudian dibagi dengan durasi waktu pengukuran.
            Dalam keadaan yang masih alami (baca : habitat asli) fauna tanah sangat bervariasi. Baik dari jenis maupun jumlah. Pada pengukuran jumlah keragaman fauna tanah ini, ditemui jenis fauna yang paling banyak masuk ke dalam jebakan (baca : trap) adalah jenis makro dan mesofauna. Ada kemungkinan mikrofauna yang masuk ke dalam trap tersebut, namun karena keterbatasan waktu sehingga pengamatan tidak dilanjutkan dengan alat bantu seperti mikroskop untuk menentukan jumlah mikrofauna dalam trap tersebut.
            Tanah yang dijadikan sebagai sampel pada sub-materi mencari dan menentukan jumlah mikoriza dalam tanah adalah tanah gambut (baca : histosols). Mikoriza adalah interaksi sinergis antara jenis fungi tertentu dengan tanaman yang memiliki timbal balik saling menguntungkan. Pertama, dilakukan pengayakan dengan ukuran diameter lubang pengayakan tertentu agar dapat menunjukkan hasil yang berbeda melalui perlakuan yang berbeda. Ukuran diameter saringan yang dicari jumlah mikoriza adalah 50 dan 70 mikrometer. Hasil menunujukkan mikoriza dapat lolos pada ayakan 50 mikrometer dan berhasil didapatkan pada ayakan 70 mikrometer. Adapun jenis mikoriza yang didapatkan adalah jenis SP2, berwarna cokelat, bentuk luar relatif membulat dengan jumlah 39.
            Seluruh prosedur kerja dan langkah-langkah perlakuan sangat perlu diperhatikan. Metode yang salah akan berdampak pada kekeliruan hasil yang didapatkan. Kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pekerjaan mungkin terjadi. Namun dengan mengikuti prosedur awal, kekeliruan dapat dicegah seminimal mungkin.
BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
·         Suspensi dan isolasi tanah merupakan langkah awal untuk memudahkan pekerjaan dalam menentukan jumlah populasi hingga mencari mikoriza.
·         Pekerjaan yang dilakukan harus dalam keadaan steril untuk meminimalisir kontaminasi dari luar.
·         Sampel tanah yang dihitung besaran jumlah karbondioksida hasil respirasinya, yakni sebesar 16,8 mg.
·         Jenis mikrobia tanah yang paling banyak ditemui adalah bakteri.
·         Jenis fauna tanah yang didapatkan dalam trap adalah jenis meso dan makrofauna. Ada kemungkinan masuknya mikrofauna dalam trap, namun karena tidak adanya uji lanjut maka penghitungan hanya sebatas fauna kasat mata.
·         Jumlah dan jenis mikoriza yang disaring menggunakan ayakan dengan diameter lubang tertentu menunjukkan bahwa mikoriza lolos pad aayakan 50 mikrometer dan didapatkan pada ayakan 70 mikrometer.

B.     Saran
Perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang jenis, keragaman dan jumlah mikrobia dalam tanah yang tentunya memberikan pengaruh baik buruk pada tanaman.












LAMPIRAN
Description: G:\biologi\15578692_858804300925936_7508919742822365288_n.jpg         Description: G:\biologi\15578605_858804907592542_9198427678613654132_n.jpg            Description: G:\biologi\15542029_858804797592553_8566443984557602506_n.jpg
Description: Foto Yani Nurbaini.             Description: Foto Yani Nurbaini.                Description: G:\biologi\15541664_858804104259289_894816154176356158_n.jpg
Description: G:\biologi\15541200_858804337592599_7405780878518749621_n.jpg           Description: G:\biologi\15590493_858804454259254_2331305015378042210_n.jpg         Description: E:\praktikum biologi taanah\biot\IMG_2583.JPG
Description: D:\praktikum biologi taanah\FUNGI.jpg  Description: D:\praktikum biologi taanah\FUNGI 4.jpg   Description: D:\praktikum biologi taanah\FUNGI 3.jpg
Description: D:\praktikum biologi taanah\FUNGI 2.jpg  Description: D:\praktikum biologi taanah\bakteri.jpg   Description: D:\praktikum biologi taanah\bakteri b.jpg
Description: D:\praktikum biologi taanah\mikoriza jenis ! part 2.jpg            Description: D:\praktikum biologi taanah\mikoriza.jpg


DAFTAR PUSTAKA

http://balconystair.blogspot.co.id/2013/07/respirasi-tanah.html
http://nunil08.student.ipb.ac.id/2010/06/19/respirasi-mikroba/
http://risza-risanty.blogspot.co.id/2013/05/makalah-mikroba.html
http://critahari.blogspot.co.id/2010/04/mikoriza.html












Tidak ada komentar:

Posting Komentar